DIKLATSAR BSMI Bali Angkatan I

Bertempat di Graha Master, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) angkatan I bagi para calon relawan BSMI. Diklatsar dilaksanakan secara bertahap, serial setiap hari Sabtu dan Ahad mulai tanggal 2 Nopember 2013 hingga 24 November 2013.

Diklatsar I BSMI Bali diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum, laki-laki dan perempuan. Peserta hadir dari berbagai daerah, diantaranya dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Buleleng. Dengan penuh semangat seluruh peserta mengikuti sesi di hari pertama (2/11) dengan materi pengenalan BSMI dan motivasi diri. Pengenalan BSMI disampaikan oleh Bp. Bambang Widjanar

ko (Ketum BSMI Bali) sementara motivasi diri disampaikan oleh Bp. Ahmad Rosadi Lubis (trainer).

Pada hari ke dua (3/11) peserta diberikan materi tentang aspek medis penanganan korban bencana dan obat-obatan. Materi disampaikan oleh dr. Heri Wahyudi (Ketua BSMI Denpasar), sementara materi tentang obat-obatan disampaikan oleh apoter dari Apotik Kania Warass. dr. Heri menyampaikan tentang jenis-jenis status korban bencana dan juga tahapan-tahapan penangannya. Tidak semua korban mendapatkan perlakukan yang sama. Perlakuannya tergantung dari status korban tersebut. Korban meninggal tidak memperoleh prioritas utama, namun korban yang masih hidup tapi dalam kondisi luka ringan maupun berat lah yang mendapat prioritas utama dalam tahap awal penanganan korban bencana. Aspek-aspek medis banyak dijelaskan oleh dokter muda ini yang sudah banyak pengalaman dalam penanganan korban bencana.

Materi yang disampaikan pada hari ke tiga (9/11) kepada peserta adalah operasi kesiap-siagaan kebencanaan. Materi disampaikan oleh Bp. Putu dari BPBD Provinsi Bali dan Bp. Wayan dari Dinas Sosial Provinsi Bali. Materi mencakup karakterisasi kebencanaan, persiapan dan operasi yang diperlukan, dan koordinasi antar semua pengiat kemanusiaan. BPBD merupakan instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam organisasi penangan bencana. Sementara Dinas Sosial berperan dalam pengorganisasian bantuan-bantuan kemanusiaan. Disamping itu juga ada materi tambahan praktikal dari Bp. Rudi, koordinator lapangan Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana (Pusdalop PB) BPBD Provinsi Bali.

Pada hari terakhir (10/11), materi aplikatif pengorganisasian kegiatan kemanusiaan disampaikan oleh Bp. Sutanto. Dalam sesi terakhir ini peserta ditugaskan untuk membuat sebuah proyek kemanusiaan masing-masing regu secara mandiri. Keempat regu diberikan waktu selama dua pekan untuk merencanakan dan pelaksanakan proyek tersebut dengan dukungan fasilitas dari BSMI Provinsi Bali. Proyek yang dilakukan oleh masing-masing regu. Setelah proyek selesai dilakukan, rangkaian akhir dari diklatsar ini adalah pelantikan relawan BSMI yang waktunya akan ditentukan kemudian.

Peserta diklatsar laki-laki

 

Peserta diklatsar perempuan